Selasa, 28 Oktober 2014

Surat Terbuka Parlemen Nasional West Papua Kepada PM. Vanuatu

Parlemen Nasional West Papua (PNWP)
Email: westpapuaparlement@y­ahoo.com, lion_jpr@yahoo.com,
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Ref. Surat Terbuka Ucapan Terima kasih
Kepada Yang Terhormat,
Mr. Joe Natuman, Perdana Menteri Vanuatu
 
     Parlemen Nasional West Papua sebagai wadah politik rakyat West Papua yang dibentuk untuk memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anda atas kesetiaan sikap politik pemerintah anda untuk berdiri bersama kami dalam perjuang hak penentuan nasib sendiri.
50 tahun lebih lamanya rakyat West Papua memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri, karena hak ini belum dilaksanakan di West Papua secara adil, damai dan demokrasi berdasarkan prinsip-prinsip hukum international, standart-standart hukum international dan Piagam PBB.
Rakyat West Papua menyambut baik keputusan politik anda untuk mengangkat persoalan hak penentuan nasib sendiri West Ppaua dalam sidang tahunan UN pada bulan September 2014. Ini adalah suatu kemajuan positif yang berarti bagi kami. Dan ini merupakan suatu komitmen anda untuk membantu kami sebagai saudara dalam satu keluarga yaitu Melanesia untuk membantu dan mendukung perjuangan hak penentuan nasib sendiri kami.
Parlemen Nasional West Papua sedang menugaskan Komite Nasional Papua Barat ( KNPB) untuk bersama rakyat di West Papua mengadakan doa syukuran untuk menyampaikan keputusan anda kepada rakyat West Papua dari kampung ke kampung. Dan sekaligus mempersiapkan rakyat West Papua dari kampung ke kampung untuk menyambut kesediaan anda membantu dan memfasilitasi pertemuan untuk West Papua di Port Villa pada akhir bulan November nanti.
Sekali lagi saya atas nama rakyat West Papua yang sedang memperjuangkan hak penentuan nasib sediri dari hati dalam kami menyampaikan terima kepada anda dan rakyat anda yang telah menyatakan sikap politik untuk setia berdiri bersama kami dalam perjuangan hak penentuan nasib sendiri.
 
Hormat saya

Buchtar Tabuni, 
Ketua Parlemen Nasional West Papua

Rabu, 07 Mei 2014

Photos from FWPC office launch in Perth, Australia

Here is a selection of photos from the launch of our new office in Perth, Australia, which was officially opened by West Papua independence leader Benny Wenda on Sunday 27th April.


Sabtu, 07 Desember 2013

Gubernur Port Moresby Kibarkan Bendera Papua Merdeka

My Bird Island, Don't Cut It


       Gubernur Port Moresbi Kobarkan Bendera Bintang Kejora dalam rangka peringati HUT kemerdekaan Bangsa Papua Barat yang jatuh pada 1 Desember 1961  

     Gubernur Port Moresby , Papua Nugini , Powes Parkop , mengibarkan bendera Bintangf Kejora , bendera yang merupakan lambang gerakan Papua Merdeka , di tengah peringatan Perdana Menteri Peter O ' Neill untuk tidak melakukan hal tersebut . Ratusan pengungsi Papua kini berada di Port Moresby , dan melakukan pawai 1 Desember menuntut kemerdekaan dari Indonesia .
Bendera Bintang Kejora dikibarkan di Port Moresby , 1 Desember 2013 . ( Foto : Facebook Free West Papuan Campaign )
Sebelumnya , pihak Kepolisian Port Moresby memperingatkan pengungsi Papua untuk tidak melakukan aksinya , namun peringatan itu tidak diindahkan .
Pawai berlangsung di jalan - jalan kota itu , dan berakhir di Balai Kota Port Moresby , Minggu ( 1 / 12 / 2013 ). Di tempat itulah , Gubernur Powes Parkop melakukan pengibaran bendera Bintang Kejora .
" Rakyat sekalian , sudah 50 tahun terakhir kita diam , buta , tidak mau melihat , tidak mau mendengar , tidak mauj bicara . Namun esok hal itu harus berubah ," katanya di depan massa .
PM Peter O ' Neill sudah memperingatkan agar Gubernur Powes Parkop tidak mengibarkan bendera Bintang Kejora .
Tampak hadir di pawai 1 Desember itu adalah aktivis Papua Merdeka Benny Wenda dan seorang aktivis dari Australia Jennifer Robinson .
Pihak Imigrasi Papua Nugini telah mengancam warga asing di negara itu yang terlibat dalam kegiatan politik .


Selasa, 06 Desember 2011

Soal Papua, SBY Jadi DPO Internasional

[Warta Papua Barat] - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikompanyekan sebagai orang yang harus dijadikan Daftar Buronan Internasional (DPO) agar ditangkap atas kejahatan kemanusiaan dan genosida yang sedang terjadi di Papua Barat.

Baru-baru ini, para aktivis kemanusiaan dan pedukung Papua Merdeka yang tergabung dalam Free West Papua Campaign berdemonstrasi di depan kedutaan besar Indonesia di London, Inggris sambil membentangkan gambar Presiden Indonesia Sby sebagai DPO International yang harus diadili oleh Pengadilan Kriminal Internasional (International Court of Crime).

Kompanye penangkapan terhadap Presiden Sby sebagai pelaku kejahatan di Papua Barat ini sebagai reaksi atas Pemerintah Indonesia yang menjadikan Benny Wenda, pemimpin Papua Merdeka di Inggris sebagai daftar Interpol Internasional yang harus dikembalikan untuk diadili di Indonesia. Menurut Benny Wenda seharusnya Sby yang ditangkap atas kejahatan kemanusiaan yang sedang dilakukannnya di Papua Barat.

Sebelumnya, Aktivis Republik Maluku Selatan (RMS) di Belanda pada bulan Oktober 2011 lalu berencana menangkap Sby atas kejahatan kemanusiaan di Maluku . Rencana penangkapan itu membuat Sby membatalkan kunjungan ke Belanda.

Aktivis di Australia mendukung kompanye ini dan akan mempublikasi kompanye ini di Australia dan Pasifik agar Presiden Sby dapat diadili atas kekejamannya di pengadilan kriminal internasional (ICC).

Parlemen Rakyat Daerah Pegunungan Tengah Dideklarasikan

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Balim: Senin Tanggal, 21 November 2011 di Lapangan Sinapuk Wamena menggelar Acara Peluncuran Parlemen Rakyat Wilayah Pegunungan Tengah Papua dengan Tema: Bersatu Untuk Mengakhiri. Sub Tema: Konferensi Sebagai Pijakan Menuju Pembebasan Nasional Papua Barat. Anggota Parlemen terpilih telah dikukuhkan oleh Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat Buchtar Tabuni. Selama Kegiatan berlangsung dari acara bakar batu, Peluncuran Parlemen Wilayah Pegunungan Tengah Papua sampai selesai kegiatan berjalan aman, tertip dan terkendali. Ribuan massa dari Rakyat Pegunungan Tengah antusias sekali dalam mengikuti kegiatan ini. Maka terbentuklah Parlemen Rakyat Wilayah Pegunungan Tengah Papua dengan resmi sesuai Sub Tema diatas.(KNPB) Balim