Selasa, 06 Desember 2011

Soal Papua, SBY Jadi DPO Internasional

[Warta Papua Barat] - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikompanyekan sebagai orang yang harus dijadikan Daftar Buronan Internasional (DPO) agar ditangkap atas kejahatan kemanusiaan dan genosida yang sedang terjadi di Papua Barat.

Baru-baru ini, para aktivis kemanusiaan dan pedukung Papua Merdeka yang tergabung dalam Free West Papua Campaign berdemonstrasi di depan kedutaan besar Indonesia di London, Inggris sambil membentangkan gambar Presiden Indonesia Sby sebagai DPO International yang harus diadili oleh Pengadilan Kriminal Internasional (International Court of Crime).

Kompanye penangkapan terhadap Presiden Sby sebagai pelaku kejahatan di Papua Barat ini sebagai reaksi atas Pemerintah Indonesia yang menjadikan Benny Wenda, pemimpin Papua Merdeka di Inggris sebagai daftar Interpol Internasional yang harus dikembalikan untuk diadili di Indonesia. Menurut Benny Wenda seharusnya Sby yang ditangkap atas kejahatan kemanusiaan yang sedang dilakukannnya di Papua Barat.

Sebelumnya, Aktivis Republik Maluku Selatan (RMS) di Belanda pada bulan Oktober 2011 lalu berencana menangkap Sby atas kejahatan kemanusiaan di Maluku . Rencana penangkapan itu membuat Sby membatalkan kunjungan ke Belanda.

Aktivis di Australia mendukung kompanye ini dan akan mempublikasi kompanye ini di Australia dan Pasifik agar Presiden Sby dapat diadili atas kekejamannya di pengadilan kriminal internasional (ICC).

Parlemen Rakyat Daerah Pegunungan Tengah Dideklarasikan

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Balim: Senin Tanggal, 21 November 2011 di Lapangan Sinapuk Wamena menggelar Acara Peluncuran Parlemen Rakyat Wilayah Pegunungan Tengah Papua dengan Tema: Bersatu Untuk Mengakhiri. Sub Tema: Konferensi Sebagai Pijakan Menuju Pembebasan Nasional Papua Barat. Anggota Parlemen terpilih telah dikukuhkan oleh Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat Buchtar Tabuni. Selama Kegiatan berlangsung dari acara bakar batu, Peluncuran Parlemen Wilayah Pegunungan Tengah Papua sampai selesai kegiatan berjalan aman, tertip dan terkendali. Ribuan massa dari Rakyat Pegunungan Tengah antusias sekali dalam mengikuti kegiatan ini. Maka terbentuklah Parlemen Rakyat Wilayah Pegunungan Tengah Papua dengan resmi sesuai Sub Tema diatas.(KNPB) Balim